Kendari, SastraNews.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Kendari mencatat tingkat kecelakaan kapal selama tahun 2025 mencapai 31 kasus. Sementara kasus kondisi membahayakan manusia mencapai 31 kasus ditambah bencana sebanyak 1 orang sehingga totalnkasu kasus. Hal itu disampaikan oleh kepala KPP Basarnas Kendari, Amiruddin dalam konferensi pers pada Rabu (31/12/2025).
“Data kecelakaan kapal sebanyak 31 kasus, kondisi membahayakan manusia sebanyak 31 kasus dan bencana satu kasus, sehingga totalnya sebanyak 63 kasus, ” ungkapnya.
Dari kejadian itu, jumlah keseluruhan korban jiwa mencapai 511 orang. “Sebanyak 474 orang selamat, 25 orang meninggal dunia, 11 orang masih hilang dan satu orang masih dalam pencarian,”sebutnya.
Sebagai perbandingan, data Operasi SAR di Tahun 2025 mengalami penurunan dari tahun 2024. Adapun jumlah kasus membahayakan manusia ditahun 2024 mencapai 74 kasus.
“Dimana Kecelakaan Kapal 31 Kasus, Kecelakaan Pesawat Udara 0 Kasus, kondisi Membahayakan Manusia 40 Kasus dan Bencana 3 Kasus.
” Dari kejadian ini, korban selamat 509 Orang, Meninggal 26 Orang, dan Hilang 11 Orang
Total Keseluruhan korban capai 546 Orang,” terangnya.
Dari jumlah keseluruhan jumlah Operasi SAR yang tertangani pada tahun 2025 diwilayah kerja KPP Kendari apabila dibandingkan dengan Tahun 2024 terdapat penurunan sebesar 14,86 %
Sebagai informasi tambahan untuk Kasus Kondisi Membahayakan Manusia diterkam buaya pada tahun 2025 terjadi 2 Kasus yang ditangani :
- 1 Kasus di Kab. Konawe Utara
- 1 Kasus di Kab. Konawe Selatan
Perbandingan di Tahun 2024 terjadi 3 Kasus : - 1 Kasus di Kab. Konawe Utara
- 1 Kasus di Kab. Buton Tengah
- 1 Kasus di Kab. Muna Barat.
















