Konawe Selatan, SastraNews.id – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil langkah cepat dalam menangani persoalan sampah, khususnya di wilayah penyangga kota. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati pada Selasa (7/4), Pemerintah Daerah resmi merangkul para pelaku usaha dan developer perumahan untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.
Kegiatan rakor yang dipimpin langsung oleh Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si ini menyoroti kondisi darurat sampah di wilayah Kecamatan Konda dan Ranomeeto. Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh jajaran Kepala Dinas terkait serta Camat setempat.
Darurat Kawasan Kumuh di Perumahan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Konawe Selatan, Hasran Parenda, mengungkapkan bahwa pertumbuhan sektor perumahan yang pesat di wilayah perbatasan belum dibarengi dengan sistem manajemen sampah yang mumpuni. Hal ini memicu risiko munculnya kawasan kumuh baru.
“Kami mengidentifikasi beberapa titik perumahan di Kecamatan Ranomeeto yang kondisinya mulai memprihatinkan dan nyaris dikategorikan sebagai kawasan kumuh akibat tata kelola sampah yang buruk. Ini tidak boleh dibiarkan jika kita ingin menjaga wajah Konawe Selatan tetap asri,” ujar Hasran Parenda di sela-sela kegiatan.
Hasran mengakui bahwa saat ini DLH menghadapi tantangan besar terkait minimnya sarana dan prasarana pengangkutan sampah. Untuk mengatasi celah tersebut, Pemerintah Daerah meminta peran aktif sektor swasta.
“Jujur kita akui sarana pengangkutan di DLH masih terbatas, sehingga pelayanan belum bisa maksimal menjangkau semua titik. Oleh karena itu, solusi yang kami tawarkan adalah kewajiban penyediaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) mandiri bagi pelaku usaha,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hasran menekankan bahwa bagi developer atau pelaku usaha yang memiliki keterbatasan lahan untuk membangun TPS permanen, mereka wajib menyediakan bak armroll.
“Minimal ada bak armroll di lingkungan perumahan atau perusahaan masing-masing. Ini akan sangat membantu teknis pengangkutan kami di lapangan. Kami mengapresiasi para pelaku usaha yang merespons positif usulan pengadaan armroll di lokasi-lokasi strategis yang akan kita tetapkan nanti,” tambah Hasran.
Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, dalam arahannya menegaskan bahwa kerja sama ini adalah simbol simbiosis mutualisme antara pemerintah dan investor. Dengan lingkungan yang bersih, nilai investasi perumahan dan usaha di Konawe Selatan tentu akan meningkat.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan bersama antara pihak pemerintah dan para pengusaha untuk segera merealisasikan pengadaan sarana kebersihan tersebut.(rls)
















