Kendari, SastraNews.id – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka, tak hanya fokus pembangunan infrastruktur, namun sejak dirinya bersama wakilnya Ir. Hugua menahkodasi Sulawesi Tenggara, pihaknya telah mencanangkan berbagai program strategis yang menyentuh langsung ke masyarakat. Seperti halnya sektor pendidikan.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, pemerintah Provinsi Sultra memastikan sektor pendidikan berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. baik itu soal layanan pendidikan, bantuan siswa, peningkatan kompetensi guru hingga pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris, mengatakan sejumlah program telah memasuki tahapan pelaksanaan, persiapan penyaluran bantuan, kontrak pekerjaan, asistensi teknis, maupun proses administrasi kerja sama. “Secara umum, progres pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai tahapan perencanaan dengan rata-rata progres pekerjaan administratif dan teknis mencapai sekitar 33,33 persen pada beberapa kegiatandi tahun ini,” katanya, (14/5/2026).
Pada bidang layanan pendidikan dan penguatan sumber daya manusia (SDM), Dikbud Sultra tengah menjalankan sejumlah program, di antaranya dukungan sekolah keberbakatan olahraga, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), penyelenggaraan BOS SMA, SMK dan SLB, layanan pendidikan berkebutuhan khusus (autis), dukungan Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan, pengelolaan tunjangan guru, hingga honor guru tidak tetap (non-PNS).

Prof. Aris melanjutkan, khusus pengelolaan tunjangan guru, realisasi keuangan tercatat mencapai 28,38 persen. Sementara dukungan sekolah keberbakatan olahraga telah mencapai realisasi keuangan sebesar 18,50 persen. Selain itu, Pemprov Sultra juga menggulirkan program bantuan siswa guna memperkuat akses pendidikan dan pemerataan layanan pendidikan. “Program tersebut meliputi penyediaan seragam sekolah bagi 6.000 siswa SMA dan 5.000 siswa SMK yang saat ini berada pada tahap pelaksanaan kontrak pekerjaan,”sebutnya.
Lebih jauh kata dia, Pemprov juga telah mencanangkan bantuan siswa berprestasi masing-masing untuk 100 siswa SMA dan 100 siswa SMK yang kini memasuki tahap finalisasi persiapan penyaluran. “Adapula “Termasuk bantuan siswa kurang mampu dengan sasaran 1.700 siswa SMA, 1.700 siswa SMK, dan 100 siswa SLB yang juga sedang dalam tahap finalisasi penyaluran bantuan,”ujarnya.
Plt kepala Dikbud Sultra ini mejelaskan, sebagai upaya meningkatkan daya saing global peserta didik dan tenaga pendidik, pihaknya telah melaksanakan program TOEFL Preparation bagi 20 peserta SMA dan 15 peserta SMK yang saat ini berada dalam proses administrasi kerja sama. “Kemudian program peningkatan kualifikasi S1 kedua bagi guru produktif SMK dan guru SLB masing-masing sebanyak 20 orang juga tengah diproses melalui administrasi kerja sama,”jelasnya.
Sementara itu, lanjutnya, penguatan akses kebekerjaan luar negeri bagi siswa SMK dengan target 60 peserta kini memasuki tahap finalisasi persiapan penyelenggaraan. “Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan SMK Sulawesi Tenggara pada dunia kerja nasional maupun internasional,” imbuhnya Prof. Aris.

Di sektor sarana dan prasarana pendidikan, sejumlah kegiatan juga mulai berjalan, di antaranya penataan halaman SMKN 4 Baubau (SMK Pelayaran) di Pulau Makasar Kota Baubau, penataan halaman SMAN 1 Batauga Kabupaten Buton Selatan, pembangunan kantor atau ruang guru SMAN 1 Tongkuno Kabupaten Muna, hingga rehabilitasi sejumlah gedung sekolah. Beberapa proyek lainnya meliputi rehab gedung SMAN Lentea, rehab ruang kelas belajar (RKB) SMAN 2 Tomia, penataan halaman SMAN 1 Tolala, pekerjaan paving blok halaman SMKN 2 Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur, serta pengadaan alat marching band untuk SMAN 1 Lasalimu Selatan Kabupaten Buton.
Tak hanya itu, Dikbud Sultra juga melaksanakan Assessment CIBI (Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa) bagi siswa berkebutuhan khusus di UPTD PSBK dengan target 4.000 peserta yang saat ini berada pada tahap persiapan pelaksanaan. Prof. Aris menegaskan, Dikbud Sultra berkomitmen terus mengawal seluruh program pendidikan secara akuntabel, tepat sasaran, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan di daerah. “Melalui berbagai program strategis ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara diharapkan dapat terus memperkuat akses, kualitas, pemerataan, dan daya saing pendidikan daerah menuju sumber daya manusia Sulawesi Tenggara yang unggul, inklusif, dan berdaya saing secara global,”tandasnya. (adv/red)
















