Kendari, SastraNews.id –Misi Gubernur Andi Sumangerukka dalam mendorong ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) terus digalakkan. Hal itu diwujudkan dengan membangun kolaborasi dan sinergisitas lintas sektor dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian masyarakat. Upaya ini mulai dicanangkan sejak tahun pertama dirinya bersama wakilnya Ir. Hugua memimpin bumi anoa ini. Kala itu, kebijakan fiskal melanda, seluruh daerah diterpa efisien anggaran, termasuk Sultra. Namun hal itu tidak membuat orang nomor satu di Sultra ini urung. Berbekal keyakinan dan ketulusan untuk membangun sektor pertanian di otoritanya ini, ASR sapaan akrab Andi Sumangerukka kemudian terus membangun komunikasi dan koordinasi lebih intensif di Kementerian Pertanian RI. Berkat upaya kerja kerasnya tersebut, kini berbuah manis. Ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) diguyurkan untuk petani di Sultra.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternanakan (Distanak) Sultra, Pada Tahun 2025 lalu, Sultra mendapatkan bantuan berbagai jenis alsintan. Seperti Traktor Roda 2 (TR-2) sebanyak 100 unit, Traktor Roda 4 (TR-4) sebanyak 52 unit, mesin panen tipe combine harvester sebanyak 10 unit, mesin pompa air untuk pengairan ukuran tiga inci sebanyak 25 unit, serta drone untuk aplikasi pestisida dan pemupukan sebanyak tiga unit.
Kepala Distanak Sultra, Prof. Muhammad Taufik menjelaskan, sejak tahun 2025 hingga 2026 ini pihaknya telah menyalurkan bantuan-bantuan tersebut yang tersebar disejumlah daerah di Sultra. Diantaranya, yakni di Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur. Itu tuntas disalurkan pada April 2025 lalu. “Sebanyak empat kelompok tani menerima TR-2, masing-masing berasal dari Kabupaten Konawe satu kelompok tani, dan Kabupaten Kolaka Timur tiga kelompok tani. Selain itu, enam kelompok tani di Kolaka Timur, khususnya di Desa Wia-Wia dan Desa Tokai, yang tengah mengalami kekeringan ekstrem, memperoleh bantuan pompa air sebagai langkah mitigasi dini,”jelasnya.

Pada tahun 2026 ini, Gubernur kembali sukses mendatangkan 40 unit TR-2, setelah sebelumnya mendapatkan tambahan jatah cetak sawah seluas 10 ribu hektare (ha) yang disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP. Sehingga total program cetak sawah di Sultra mencapai 24.050 ha.
Kadistanak Sultra menambahkan, sejumlah alsintan itu didistribusikan secara proporsional ke kelompok tani di daerah-daerah di Sultra berdasarkan luas lahan baku sawah (LBS) yang dimiliki. Alsintan ini berstatus pinjam pakai, dan jika pemanfaatannya sudah selesai (standing crop) maka dapat dipergilirkan ke kelompok tani lain yang membutuhkan. “Alsintan ini tidak dimiliki secara penuh oleh kelompok tani tertentu saja. Jika penggunaan traktor di satu kelompok tani sudah selesai, maka dapat digunakan oleh kelompok tani lainnya dalam wilayah itu. Penyaluran alsintan ini tidak dipungut biaya apapun,” tandas Muhammad Taufik.
Alsintan ini menjadi langkah strategi pemerintah provinsi dalam memperkuat infrastruktur pertanian dan meningkatkan efisiensi produksi. TR-2 dan TR-4 diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan, sementara pompa air menjadi bagian dari quick response bagi petani yang menghadapi kekeringan untuk menghindari gagal panen. Adapun combine harvester menjadi solusi percepatan panen untuk menghindari kerugian akibat keterlambatan proses pascapanen. Sedangkan drone menjadi solusi pemanfaatan teknologi dalam aplikasi pemupukan dan perawatan tanaman.

Selain peningkatan Alsintan guna mewujudkan swasembada pangan nasional, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra terus mendorong peningkatan sarana prasarana (Sarpras) produktifitas masyarakat petani. Hal itu dibuktikan dengan pelaksanaan groundbreaking gudang ketahanan pangan yang tersebar di seluruh wilayah Sultra. Dalam pelaksanannya, Pemprov Berkolaborasi dengan Polri yang sekaligus dirangkaikan dengan Launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026. Kegiatan itu digaungkan pada pelaksanaan panen Raya Jagung Serentak Kuartal II tahun 2026 secara nasional yang berlangsung di kawasan Labibia Kota Kendari (16/5/2026) lalu.
Dikesempatan itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, bersama Ketua DPRD Sultra, Wali Kota Kendari, Wakapolda Sultra dan jajarannya, serta sejumlah pejabat terkait melaksanakan panen raya jagung. Hal ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian masyarakat khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. Diwaktu yang sama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Polda Sulawesi Tenggara menyalurkan bantuan kepada Kelompok Tani Matang Gonawe berupa benih jagung sebanyak 40 kilogram dan pupuk sebanyak 125 kilogram.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengapresiasi jajaran kepolisian yang telah bersinergi dengan Pemprov dalam menjalankan program ketahanan pangan secara berkelanjutan tersebut. Ia menilai program ini tidak hanya memperkuat upaya swasembada pangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan para petani di daerah. “Keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan pertanian khususnya di Sultra ini adalah harapan kita bersama. Kesemua ini menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membuka ruang pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif,”cetunya.
Sebelumnya, dalam upaya memperkuat sektor ketahanan pangan di Sultra ini, pihaknya juga telah melakukan penyaluran bantuan Alsintan, benih dan komoditi pertanian dibeberapa daerah penyangga produktivitas pertanian, termasuk di wilayah Sultra kepulauan. Seperti di Wakatobi, Buton dan Muna Barat.
Gubernur menambahkan, untuk mewujudkan swasembada pangan nasional itu, harus ada sinergisitas dari berbagai lintas sektor, baik itu pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat. Dan tentunya dukungan dari masyarakat petani itu sendiri termasuk peran dari TNI Polri. “Kita harapkan kesemua program yang telah dicanangkan ini bisa mendorong produktivitas pertanian masyarakat lebih maju dan menjadikan ketahanan pangan Sulawesi Tenggara lebih unggul dan aman,”tandasnya. (red/adv)















