Kendari, SastraNews.id – Upaya Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra ) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sultra perlahan diwujudkan. Hal itu dibuktikan dengan peresminan sebanyak 100 unit lapak UMKM yang terletak di kawasan MTQ, Jumat, (24/4/2026). Peresemian stand pelaku usaha lokal yang telah dibangun sejak 2025 itu dilaksanaan bertepatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sultra yang ke -62 tahun. Dalam peresmian tersebut turut dihadiri Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, perwakilan Bank Indonesia, Direktur Utama Perumda, Plh. Sekda Sultra, serta para kepala OPD lingkup Pemprov Sultra.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka mengungkapkan, lapak UMKM ini dibangun sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal khususnya para pelaku UMKM yang ada di Sultra. “Lapak UMKM ini adalah wujud nyata dukungan pemerintah dan menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat daya saing pelaku usaha di Sulawesi Tenggara,”ungkapnya usai peresmian.
Disisi lain, lanjut orang nomor satu di Sultra ini, dengan adanya fasilitas yang memadai untuk pelaku UMKM itu, para pelaku usaha bisa lebih tertib dan kawasan MTQ bisa hidup dan tidak kumuh lagi. “Kita ingin supaya kawasan ikon Sultra ini lebih terawat, dengan adanya aktivitas masyarakat, bisa lebih hidup, dan tentunya kebersihannya harus dijaga,”katanya.
Kendati demikian, dari sejumlah lapak yang disediakan, Gubernur Sultra menyadari masih banyak pelaku usaha yang belum kebagian. Namun ia meminta kepada pihak pengelola dalam hal ini Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sultra untuk menghimpun semua pelaku UMKM yang belum mendapatkan tempat di kawasan itu. “Saya minta Perumda agar di data bagi pedagang yang belum dapat tempat itu agar kita bisa pikirkan bersama kedepannya. lapak yang ada ini baru tahap awal, kedepannya kita pasti akan tambah lagi,”imbuhnya.
Usai peresmian, Gubernur bersama rombongan meninjau langsung sekitar 100 stand UMKM yang berasal dari Kota Kendari dan berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM serta melihat berbagai produk unggulan yang ditampilkan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga mengajak seluruh OPD dan masyarakat untuk turut mengunjungi stand UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal.
Sebelumnya, Gubernur juga telah mengingatkan kepada Perumda untuk memaksimalkan pengelolaan stand UMKM itu. Khususnya dalam hal perawatan kebersihannya. Jika ada tarif biaya kebersihan, gubernur meminta agar tidak memberatkan bagi pedagang. “Ini saya dengar ada biaya kebersihan ya, baiknya dipanggil dulu para pelaku usaha untuk duduk bersama dan membicarakan berapa kesanggupannya, jangan mengambil keputusan sepihak. Kita inginkan jangan menyusahkan masyarakat, tetapi bagaimana kita dorong agar ekonomi pelakua usaha lokal ini bisa tumbuh positif,”pintanya. (red)
















