Kendari, SastraNews.id – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI Purn. Andi Sumangerukka terus berupaya mendorong layanan kesehatan di wilayah Sulawesi Tenggara hingga menjangkau ke pelosok dan wilayah kepulauan. Hal itu dibuktikan dengan inovasi strategis pengadaan ambulan laut. Sarana transportasi ambulan laut ini menjadi salah satu program prioritas pemprov Sultra untuk menjawab keluhan maupun tantangan masyarakat selama ini. Khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.
Sebagaimana diketahui, bahwa Provinsi Sultra merupakan daerah yang memiliki banyak pulau dengan karakter geografis yang terbesar di wlayah sulawesi. Salah satu kendala serius bagi masyarakat kepulauan adalah soal akses layanan kesehatan yang belum memadai. Hal ini terlihat ketika hendak melakukan rujukan pasien menuju rumah sakit Provinsi Sulawesi Tenggara. Bahkan kadang masyarakat seperti di Konawe Kepulauan aupun di wilayah Kabaena terpaksa menggunakan tranportasi sederhana seperti perahu yang tingkat resikonya sangat tinggi.
Berdasarkan fenomena ini, Pemprov Sultra melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra mengambil langkah solutif dengan menghadirkan ambulans laut sebagai bagian dari penguatan sistem layanan kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinkes Sultra, dr. Andi Edy Surahmat, M.Kes. saat ditemui awak media, Rabu (19/4/2026). Ia menegaskan bahwa program ini merupakan prioritas pemerintah daerah dalam perencanaan anggaran sektor kesehatan tahun 2026. “Ambulans laut ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat kepulauan. Selama ini, proses rujukan pasien sering terkendala akses transportasi. Dengan adanya fasilitas ini, kita ingin memastikan pasien mendapatkan penanganan cepat, aman, dan layak,” cetusnya.

Lanjut Andi Edi Surahmat, pada tahap awal, Pemprov Sultra menargetkan pengadaan dua unit ambulan laut yang akan difungsikan untuk mendukung evakuasi medis dan rujukan pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, seperti rumah sakit rujukan di daratan. Kehadiran ambulans laut ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan keselamatan pasien selama perjalanan. “Saat ini, proses pengadaan masih berjalan dan dilakukan secara cermat melalui tahapan review oleh inspektorat serta bagian hukum. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, transparan, dan akuntabel,”katanya.
Kepala Dinkes Sultra mengungkapkan, sebagaimana visi misi Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan wakilnya Ir. Hugua, bahwa akses layanan kesehatan harus menjadi prioritas dan bisa menajngkau seluruh wilayah daratan dan kepulauan. Sehingga ke depan, program ini tidak hanya berhenti pada pengadaan awal. “Pemprov Sultra menargetkan perluasan layanan ambulans laut hingga menjangkau lebih banyak wilayah kepulauan, sehingga setiap kabupaten dan kota dapat memiliki akses layanan kesehatan yang lebih mandiri dan merata.Untuk tahap awal operasional, ambulans laut akan dikelola oleh pemerintah provinsi dengan sistem penempatan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan prioritas,”ungkapnya.
Adapun Penentuan lokasi akan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan gubernur Sultra agar layanan ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat. Hadirnya ambulans laut menjadi bukti nyata keseriusan Pemprov Sultra dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan. “Program ini tidak hanya sekadar inovasi, tetapi juga bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses,”imbuhnya.
Ia menambahkan, melalui langkah inovasi ini, Sulawesi Tenggara semakin menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh, responsif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. “kita harapkan adanya pengadaan ambulan laut ini bisa menjawab tantangan yang selama ini dihadapi oleh masyarakat khususnya yang tinggal di daerah kepulauan.Semoga sarana trasnportasi ambulan lau ini menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kepulauan,”tandasnya. (adv/red)
















