Kendari, SastraNews.id – Pemerintah Kota Kendari menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana dalam rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang rapat Wali Kota Kendari, Senin (11/5/2026).
Keputusan tersebut diambil menyusul banjir besar yang merendam sejumlah wilayah di Kota Kendari dalam tiga hari terakhir, ditambah prakiraan curah hujan yang masih berpotensi berlangsung sepanjang Mei 2026.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menegaskan kondisi saat ini membutuhkan langkah cepat serta penanganan lintas sektor secara terintegrasi.
Menurut Siska, banjir yang terjadi bukan lagi persoalan biasa karena dampaknya semakin luas dan terus berulang.
“Dengan melihat kondisi wilayah Kota Kendari saat ini, kita menetapkan status tanggap darurat bencana. Ini harus dibarengi langkah nyata dan koordinasi yang lebih kuat,” tegas Siska sebagaimana dilansir dari Pemkot Kendari.
Siska mengungkapkan dirinya bersama jajaran Forkopimda telah turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak, termasuk kawasan bantaran Kali Wanggu yang menjadi salah satu titik terparah.
Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara parsial karena Kota Kendari menjadi daerah muara dari sejumlah wilayah di sekitarnya.
“Kendari ini muara dari beberapa kabupaten. Hujan sedikit saja sudah banjir, apalagi hujan beberapa hari berturut-turut seperti sekarang,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara pemerintah, sekitar 3.517 jiwa terdampak banjir dengan jumlah rumah terendam mencapai 797 unit.
Selain itu, sekitar 100 hektare sawah siap panen juga ikut terendam dan terancam gagal panen.
















