Kendari, SastraNews.id — PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung di Tower Bank Sultra, Jumat (13/3/2026). Pelaksanaan RUPS tersebut dihadiri langsung Gubernur Sultra dan diikuti sebanyak 18 provinsi Sultra dan 17 Kabupaten/kota pemegang saham plus Bank Jatim sebagai mitra kelompok usaha bank (KUB). Dari hasil pelaksanaan RUPS untuk pembukuan tahun 2025, bank Sultra berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 419 Miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen dibanding tahun 2024.
Gubernur Sultra Andi Suamgerukka mengapresiasi atas capaian PT. Bank Sultra tersebut. ASR sapaan akrab Andi Sumangerukka ini mengatakan, RPUS ini adalah agenda tahunan bagi Bank Sultra dengan menyampaikan laporan pertanggungjawaban dalam kinerja satu tahun Direktur Bank Sultra dihadapan sejumlah pemegang saham. “Dari hasil pemaparan kinerja Bank Sultra mencapai hasil yang positif, bahkan mengalami pertumbuhan yang signifikan, dan ini sangat memuaskan,”ungkap Gubernur Sultra apresiasi saat konferensi pers dengan sejumlah awak media.
Hal yang menjadi catatan penting dalam RUPS ini adalah peningkatan deviden. Dimana tahun sebelumnya sebesar 70 persen, kini naik menjadi 75 persen. “Tentunya capaian ini memberikan kesejahteraan terhadap masing-masing pemegang saham, semoga ini terus ditingkatkan dan apa yang mejadi kendala pada tahun sebelumnya bisa lebih dimaksimalkan kedepannya,”ucap Gubernur Sultra didampingi Plt. Kadis Kominfo Sultra, Andi Syahrir dan Direktur Utama PT. Bank Sultra.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Bank Sultra, Andri Permana memaparkan, berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, total aset bank Sultra mencapai Rp. 14,8 Triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen dari tahun 2024. Dari total aset tersebut sebayak Rp10,3 Triliun dari penghimpunan dana pihak ketiga yang tumbuh sekitar 1,85 persen dibanding tahun 2024. “Kemudian bank Sultra juga menyalurkan dana kredit sebesar Rp.9,5 Trilun dan mengalami pertumbuhan sebesar 3,25 persen dibanding tahun sebelumnya,”paparnya.
Selanjutnya rinci Andri, tentunya yang menjadi hal krusial utama dapam RUPS kal ini yakni terkait laba. Dimana tahun 2025 laba Bank Sultra sebesar Rp. 419 miliar. Sehingga dalam RUPS yang dihadiri sejumlah pemegang saham ini yang menjadi konsentrasinya adalah masalah deviden. “Dalam pertemuan tadi telah disepakati bersama para pemegang saham bahwa jumlah deviden yang akan dibagi sebesar Rp. 314 Miliar atau 75 persen dari total laba tadi yang mencapai Rp 419 Triliun. Tentunya laba tumbuh dibanding tahun sebelumnya dan deviden juga yang kita bagi ini tumbuh juga dibanding tahun sebelumnya,”rincinya.
Ia menambahkan, harapan Bank Sultra adalah menjadi bank regional champion yang mendukung perekonomian daerah. “Salah satunya dengan keberhasilan menyumbang deviden atas kinerja di tahun 2025 kemarin,”tambahnya. (red)















