Bombana, SastraNews.id – Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) melaksanakan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) di Desa Pangkuri, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, selama satu bulan, terhitung sejak 3 Agustus hingga 3 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan mengedepankan kolaborasi bersama pemerintah desa dan warga. Kehadiran mahasiswa KKA diharapkan tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki Desa Pangkuri.
Ketua Kelompok KKA 29, Muh. Nur Slamet, mengatakan pelaksanaan KKA menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena dapat berinteraksi dan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas masyarakat. “Kegiatan KKA ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat. Kami berharap program yang kami laksanakan dapat memberikan manfaat dan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Pangkuri,” ujarnya.

Selama berada di Desa Pangkuri, lanjut Slamet, mahasiswa KKA Kelompok 29 mendapat sambutan positif serta dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat. Dukungan tersebut terlihat dari keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan yang digelar mahasiswa selama masa pengabdian. Sejumlah program kerja turut direalisasikan, di antaranya pembuatan penanda batas dusun dan batas desa, pembuatan peta Desa Pangkuri, serta pembuatan plang nama aparat desa.
“Program-program tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam memperjelas identitas dan wilayah administratif desa sekaligus mendukung kebutuhan informasi dan pelayanan kepada masyarakat. Tak hanya berfokus pada aspek administrasi dan pembangunan desa, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap edukasi generasi muda. Salah satunya melalui sosialisasi pencegahan bullying (stop bullying) serta edukasi mengenai pentingnya membiasakan menabung sejak usia dini,”jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan edukasi tersebut diarahkan untuk menanamkan kesadaran kepada anak-anak mengenai pentingnya membangun karakter positif, saling menghargai, serta memiliki kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. Selain program kerja utama, mahasiswa KKA Kelompok 29 juga ikut memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. “Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan Desa Pangkuri,” tambahnya.
Dengan berakhirnya masa KKA pada 3 September 2026, mahasiswa berharap berbagai program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta menjadi bagian dari kontribusi kecil yang memberi dampak positif bagi kemajuan Desa Pangkuri. (red)















