Bombana, SastraNews.id – Potensi hasil laut di Kelurahan Kasipute, Kabupaten Bombana, terus didorong untuk memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Hal itu dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Kelompok 3 Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) di kelurahan Kasipute Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana, pada Minggu (6/9/2026). Sejumlah mahasiswa dengan seragam almamater merah maron ini melakukan inovasi pengolahan hasil laut menjadi produk pangan dan siap bersaing di pasar modern. Dalam aksinya, pihaknya mengusung konsep inovasi lokal, daya saing global, dengan memanfaatkan hasil laut produk ikan cakalang bernilai ekonomis.
Program pemberdayaan masyarakat pesisir tersebut dikemas melalui rangkaian kegiatan yang tidak hanya mengajarkan teknik pengolahan, tetapi juga menyentuh aspek pengemasan hingga pemasaran digital. Salah satu produk yang dikembangkan adalah Abon Cakalang Kasipute. Produk ini memanfaatkan potensi ikan cakalang yang tersedia di wilayah pesisir sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi.
Koordinator KKA UM Kendari Wilayah Kelurahan Kasipute, Muhammad Fahriel mengatakan, melalui pelatihan diversifikasi produk, masyarakat diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah ikan cakalang menjadi abon yang memiliki daya simpan lebih panjang serta berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan khas daerah.
“Mahasiswa KKA Kelompok 3 juga menyadari bahwa kualitas produk saja belum cukup untuk memenangkan persaingan pasar. Karena itu, aspek kemasan turut menjadi perhatian utama. Masyarakat diberikan pendampingan mengenai teknik pengemasan yang higienis, aman, serta memiliki tampilan visual yang menarik. Kemasan yang lebih profesional diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen,”katanya.

Tak berhenti di produksi dan packaging, lanjut dia, pihaknya juga kemudian mendorong masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan teknologi melalui digitalisasi pemasaran. Pendampingan dilakukan dengan mengenalkan strategi pemasaran melalui media sosial serta membantu proses pendaftaran toko di marketplace. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk olahan masyarakat Kasipute.
Dengan memadukan potensi sumber daya laut, keterampilan pengolahan, kemasan yang lebih modern, dan pemasaran digital, produk Abon Cakalang Kasipute diharapkan mampu menjadi salah satu embrio UMKM unggulan dari wilayah pesisir Bombana. “Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Kasipute tersebut sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa UM Kendari kepada masyarakat,” imbuhnya.
Muhammad Fahriel berharap program ini tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKA. Sebaliknya, keterampilan yang telah diberikan dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan masyarakat sehingga menciptakan kemandirian ekonomi serta peluang usaha baru. Kehadiran mahasiswa KKA Kelompok 3 menjadi bukti bahwa pengabdian di tengah masyarakat dapat diarahkan tidak sekadar pada kegiatan seremonial, tetapi juga melahirkan inovasi yang menyentuh langsung potensi ekonomi lokal. “Dari hasil laut yang selama ini bernilai sebagai komoditas mentah, kini masyarakat Kasipute didorong untuk melihat peluang yang lebih besar: mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah dan membawanya dari pesisir menuju pasar digital,”pungkasnya. (red)















