Bombana, SastraNews.id – Peristiwa longsor kembali terjadi di kawasan aktivitas pertambangan PT. Almharig di Olondoro Desa Rahadopi Kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Kali ini, kondisinya cukup parah. Bukan lagi jalan usaha tani (JUT) yang amblas, namun saluran pipa sumber utama air bersih yang melayani tiga kecamatan di Pulau Kabaena itu patah. Akibatnya masyarakat setempat yang meliputi Kecamatan Kabaena, Kabaena Barat, dan Kabaena Selatan itu kehilangan air bersih. Menurut keterangan warga setempat, Kahar mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin malam (6/4/2026).
“Kejadiannya diperkirakan waktu malam hari saat hujan deras, karena air sudah tidak mengalir. Setelah kami cek di pagi hari ke lokasi ternyata pipa itu sudah patah dan tetimbun longsor material dari aktivitas perusahaan tambang, yang hanya berjarak 50 meter di bahu jalan tani dan sumber air itu.,”ungkapnya kesal, pada Selasa (7/4/2026)
Menurut Kahar, peristiwa longsor itu dah berulang kali terjadi. Bahkan sebelumnya pihaknya pernah menyampaikan hal ini ke perusahan terkait, PT. Almharig, namun tidak ada upaya perbaikan dan penanggulangan hingga bencana serupa itu berulang, bahkan berdampak yang lebih parah. “Ini sudah yang ketiga kali terjadi, tapi warga lainnya yang berkativitas disana malah mengakui sudah keenam kali. Longsor ini akibat perbuatan PT. Almharig yang menambang di sekitar lokasi kejadian. Bahkan kita sudah pernah memanggil pihak Kepala Tekhnik Tambang (KTT) perusahaan supaya turun liat, tetapi sampai sekarang masih belum ada perbaikan ,bahkan sekarang sudah makin parah. Karena kita pipa air yang digunakan tiga kecamatan sudah patah, padahal ini pipa besi galvanis,”cetus Kahar yang juga pengguna air bersih yang bersumber dari mata air tersebut.
Saat ini, Lanjut dia, untuk upaya pemulihan sementara saluran air bersih tidak bisa dilakukan secara manual, karena luas hamparan material lumpur yang menutupi jalan dan pipa itu mencapai puluhan meter. “Sekarang kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena kita berinjak saja kaki tertanam dengan kedalam luapan lumpur longsor itu. Bahkan kita sudah berusaha berupaya merangkak mencari saluran pipa yang tertimbun itu, namun tetap tidak bisa melainkan harus ada penangan alat berat untuk mengeruk material longsor itu,”jelasnya.
Pihaknya berharap ada perhatian langsung dari pemerintah, tertutama dari pihak perusahaan yang diduga menjadi pemicu utama kejadian bencana longsor tersebut. “Kita harapkan saat ini ada tindakan penanggulangan cepat dari pemerintah. Dan perusahaan harus bertanggungjawab, karena ini sudah menggangu sarana air bersih yang menjadi kebutuhan pokok warga yang mengairi tiga kecamatan,”pintanya.
Sementara itu, Kepala Tekhnik Tambang (KTT) PT. Almharig, Yazid Bustami mengaku akan bertanggungjawab atas peristiwa longsor di Dusun Olondoro itu. “Kami akan segera tangani, sekarang kami sedang persiapan bentuk tim dan akan turunkan alat di lokasi. paling lambat besok kami sudah turun,” akunya saat dikonfirmasi SastraNews.id.
Ia menambahkan, sebenarnya terkait ini pihaknya sudah pernah melakukan upaya untuk perbaikan namun pihaknya langsung dihadang warga hingga berbuntut pada keributan. “Bulan maret lalu kita sudah mau turunkan alat namun ada aksi warga menuntut aktivitas kami dihentikan, bahkan ada pemukulan di lokasi, sehingga karyawan kami trauma. Tapi sekarang, apapun yang terjadi mau tidak mau kita tetap turunkan alat,”tambahnya.
Sebelumnya, pemerintah setempat sudah pernah turun langsung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bombana meninjau lokasi longsor, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut hingga kejadian longsor berulang kali menimpa wilayah itu. (red)















