Kendari, SastraNews.id – Upaya Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka untuk mendorong peningkatan sarana prasarana pertanian di Sultra tak pernah surut meski di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran. Berbekal keyakinan dan ketulusan untuk membangun sektor pertanian di otoritanya ini, ASR sapaan akrab Andi Sumangerukka kemudian terus membangun komunikasi dan koordinasi lebih intensif di Kementerian Pertanian RI. Teranyar, upaya itu tidak sia-sia. Hasilnya, ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) diguyurkan untuk petani di Sultra.
Pada Tahun 2025 lalu, Sultra mendapatkan bantuan berbagai jenis alsintan seperti Traktor Roda 2 (TR-2) sebanyak 100 unit, Traktor Roda 4 (TR-4) sebanyak 52 unit, mesin panen tipe combine harvester sebanyak 10 unit, mesin pompa air untuk pengairan ukuran tiga inci sebanyak 25 unit, serta drone untuk aplikasi pestisida dan pemupukan sebanyak tiga unit. Hal itu diungkapkan oleh kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Prof. Muhammad Taufik usai menyalurkan sejumlah bantuan Alsintan, Senin, (6/4/2026).
Muhammad Taufik menjelaskan, sejak tahun 2025 hingga 2026 ini pihaknya terus menggencarkan penyaluran alsintan tersebut. Distanak menyalurkan bantuan-bantuan tersebut yang tersebar disejumlah daerah di Sultra. Diantaranya, yakni di Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur. Itu tuntas disalurkan pada April 2025 lalu. “Sebanyak empat kelompok tani menerima TR-2, masing-masing berasal dari Kabupaten Konawe satu kelompok tani, dan Kabupaten Kolaka Timur tiga kelompok tani. Selain itu, enam kelompok tani di Kolaka Timur, khususnya di Desa Wia-Wia dan Desa Tokai, yang tengah mengalami kekeringan ekstrem, memperoleh bantuan pompa air sebagai langkah mitigasi dini,”jelasnya.
Lanjut dia, memasuki awal triwulan kedua tahun 2026 ini, Gubernur kembali sukses mendatangkan 40 unit TR-2, setelah sebelumnya mendapatkan tambahan jatah cetak sawah seluas 10 ribu hektare (ha) yang disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP. Sehingga total program cetak sawah di Sultra mencapai 24.050 ha.
Berbagai alsintan tersebut didistribusikan secara proporsional ke kelompok tani di daerah-daerah di Sultra berdasarkan luas lahan baku sawah (LBS) yang dimiliki. Alsintan ini berstatus pinjam pakai, dan jika pemanfaatannya sudah selesai (standing crop) maka dapat dipergilirkan ke kelompok tani lain yang membutuhkan. “Alsintan ini tidak dimiliki secara penuh oleh kelompok tani tertentu saja. Jika penggunaan traktor di satu kelompok tani sudah selesai, maka dapat digunakan oleh kelompok tani lainnya dalam wilayah itu. Penyaluran alsintan ini tidak dipungut biaya apapun,” kata Kepala Dinas Prof. Muhammad Taufik.
Program alsintan ini menjadi strategi pemerintah provinsi dalam memperkuat infrastruktur pertanian dan meningkatkan efisiensi produksi. TR-2 dan TR-4 diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan, sementara pompa air menjadi bagian dari quick response bagi petani yang menghadapi kekeringan untuk menghindari gagal panen. Adapun combine harvester menjadi solusi percepatan panen untuk menghindari kerugian akibat keterlambatan proses pascapanen. Sedangkan drone menjadi solusi pemanfaatan teknologi dalam aplikasi pemupukan dan perawatan tanaman. “Sesuai arahan Bapak Gubernur, pembangunan sektor pertanian harus berbasis solusi dan teknologi. Bantuan ini merupakan bukti komitmen pemerintah provinsi untuk selalu hadir mendampingi petani dalam kondisi apa pun,” pungkasnya. (red/rls).















