“Diduga Longsor Disebabkan Aktivitas PT. Almharig”
Bombana, SastraNews.id — Sejumlah desa di Kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terancam krisis air bersih. Pasalnya, pusat sumber mata air yang menjangkau sekitar delapan desa di wilayah Kecamatan Kabaena dan kecamatan Kabaena Barat itu tertimbun longsor. Berdasarkan aduan masyarakat setempat yang diterima media ini, peristiwa longsor itu diduga diakibatkan adanya aktivitas salah satu perusahaan pertambangan berbendera PT. Almharig yang letaknya tak jauh dari sumber mata air yayasan sosial tersebut. Karena dilihat dari titik koordinat, Jarak lokasi longsor itu berada di radius 51 meter dengan dengan aktivitas perusahaan tambang. Adapun delapan desa yang terdampak langsung itu yakni Desa Rahadopi dusun Olondoro, Rarontole, Langkema,Teomokole, Rahampu’u, Sikeli, Baliara Kota, dan Baliara Selatan.

Terkait keluhan masyarakat itu kini direspon cepat oleh Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bombana, Sitti Arnidar. Ia mengatakan pihaknya akan segera turun ke lapangan guna memastikan kebenaran informasi yang menjadi keresahan warga di pulau mungil itu. “Kami akan segera telusuri terlebih dahulu titik lokasi longsor itu. Apakah benar disebabkan oleh adanya aktivitas pertambangan atau murni bencana alam,” katanya saat dikonfirmasi awak media.
Bahkan, mantan Sekretaris DLH Kabupaten Bombana ini menegaskan, jika terbukti longsor itu disebabkan aktivitas pertambangan, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan merekomendasikan kepada pemerintah atau pemegang otoritas terkait untuk melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang bersangkutan. “Kalau memang benar disebabkan oleh aktivitas pertambangan, tentu kami akan mengambil langkah tegas. Salah satunya dengan merekomendasikan kepada pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang bersangkutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, masalah dampak lingkungan apalagi sudah sampai merusak sumber air bersih masyarakat itu tidak boleh dibiarkan. “Karena itu, setiap aktivitas usaha, termasuk pertambangan, wajib memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan,”tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak perusahaan PT. Almharig terkait terjadinya longsor itu yang disebut-sebut bersumber dari aktivitasnya. (red)
















