Bombana, SastraNews.id – Pemerintah Kabupaten Bombana segera menyalurkan bantuan pangan (BP) kepada 18.757 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten itu. Rencanannya, Pemkab Bombana akan menyalurkan BP untuk dua bulan sekaligus, yakni untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Hal itu disampaikan langsung Kepala Perum Bulog Cabang Bombana–Konawe Selatan, Abdan, saat ditemui awak media, Rabu (4/3/2026). Ia mengatakan bahwa Program Bantuan Pangan Pemerintah disalurkan guna menjaga ketahanan pangan rumah tangga masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya menjelang periode rawan kenaikan harga seperti Ramadan dan Idul Fitri. ” Penyaluran bantuan ini kita harapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat (KPM), terutama untuk kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng,”ungkanya.
Ia merinci, setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Dengan demikian, untuk alokasi dua bulan, masing-masing PBP menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. “Penyaluran akan dilakukan setelah seluruh komoditas tersedia. Saat ini beras sudah kami siapkan dalam kemasan 10 kilogram, sementara minyak goreng masih dalam proses pengiriman dari pabrik,” rincinya.
Menurut dia, data penerima bantuan sepenuhnya mengacu pada basis data nasional yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Data tersebut menjadi rujukan dalam berbagai program perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Data penerima maupun calon pengganti sudah ditetapkan pemerintah pusat. Pemerintah desa atau kelurahan tidak dapat mengganti secara sepihak,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila penerima utama berhalangan, mekanisme penggantian telah diatur melalui daftar pengganti berjenjang dalam sistem pusat. Di wilayah kerja Bulog Cabang Bombana–Konawe Selatan, total penerima bantuan mencapai 57.047 PBP, yang terdiri atas 18.757 penerima di Bombana dan 38.290 penerima di Konawe Selatan. Ia berharap dukungan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta organisasi perangkat daerah terkait agar penyaluran berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Sebagai informasi, Perum Bulog Cabang Bombana juga tengah berupaya menstabilkan harga pangan di pasaran melalui distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta kegiatan pasar murah bekerja sama dengan pemerintah daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan potensi kenaikan harga di momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri. (red/yuki)
















